my personal issue

Makalah Posisi-Pendidikan Karakter untuk Menanggulangi Penyalahgunaan di kalangan remaj

PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK MENANGGULANGI PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI KALANGAN REMAJA

MAKALAH

diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pendidikan Lingkungan, Sosial , Budaya, dan Teknologi

disusun oleh:

Annisa Syamrotul Puadah

1000985

4B


JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS

FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

Bandung

2012

 

 

 

KATA PENGANTAR

 

            Puji dan syukur saya panjatkan ke hadirat Allah Yang Maha Kuasa yang telah memberikan  nikmat dan karuniaNya sehingga saya memiliki kesempatan untuk menyelesaikan makalah yang berjudul “Pendidikan Karakter untuk Menanggulangi Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Remaja” ini tepat pada waktunya.

            Makalah ini ditujukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah “Pendidikan Lingkungan, Sosial, Budaya, dan Teknologi”. Selain itu juga makalah ini diharapakan dapat memberikan referensi dan tambahan pengetahuan serta wawasan bagi saya dan pembaca tentang pendidikan karakter dan kaitannya dengan penyalahgunaan narkoba khusunya di kalangan remaja.

            Dalam penyusunan makalah ini terdapat banyak pihak yang terlibat dan membantu hingga tersusunnya makalah ini, maka dari itu saya menyampaikan rasa terima kasih saya yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang terlibat yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu.

            Saya menyadari mungkin ada hal-hal yang tidak disetujui, maka dari itu saran dan kritik diperlukan dalam memperbaikinya. Besar harapan saya agar makalah ini dapat memberikan manfaat bagi saya khususnya dan pembaca umumnya.

Bandung, Mei 2012

Penyusun


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………………. 2

DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………………. 3

BAB I      PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang………………………………………………………………………… 4
  2. Rumusan Masalah…………………………………………………………………….. 5
  3. Tujuan…………………………………………………………………………………….. 5

BAB II    KAJIAN TEORI……………………………………………………………………………

  1. Pendidikan Karakter…………………………………………………………………. 6
  2. Narkoba………………………………………………………………………………….. 10

BAB III   PEMBAHASAN……………………………………………………………………………

  1. Tanda-tanda Kehancuran Sebuah Bangsa……………………………………. 14
  2. Kasus Penyalahgunaan Narkoba………………………………………………… 15
  3. Solusi untuk Menanggulangi Penyalahgunaan Narkoba………………… 18

BAB IV   KESIMPULAN DAN SARAN……………………………………………………… 19

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………………….. 20

 

 


 

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.    Latar Belakang

Globalisasi telah menyentuh hampir seluruh masyarakat dunia di semua bidang. Globalisasi tidak dapat dihindarkan seiring dengan perkembangan zaman yang semakin hari semakin mempermudah manusia dalam melakukan aktivitasnya termasuk aktivitas antar negara. Globalisasi dan Modernisasi nyatanya memberikan banyak keuntungan kepada manusia. Dengan globalisasi hubungan politik antar negara bisa dengan mudah terhubung karena adanya kemajuan transportasi dan komunikasi. Selain hubungan antar negara, hubungan antar masyarakat dunia pun semakin dipermudah dengan adanya produk modernisasi dan globalisasi. Mereka bisa berkomunikasi langsung walaupun terpisah oleh jarak yang sangat jauh. Selain itu pertukaran budaya juga menjadi dampak globalisasi.

Selain memberikan keuntungan, globalisasi juga berdampak negatif. Memang selalu ada dampak positif dan negatif dari suatu hal. Semakin mudahnya komunikasi antar masyarakat  dunia tersebut dapat menimbulkan semaikn mudahnya tindak kejahatan tingkat internasional. Mereka dengan mudah berhubungan dan melakukan banyak aktivitas kriminalnya tanpa bertatap muka secara langsung. Kemajuan transportasi pun menjadi pendukung tindak kejahatan tersebut, diantaranya pengiriman senjata api, obat-obatan terlarang, pakaian-pakaian bekas, barang-barang elektronik, dan barang lainnya yang dikrim secara ilegal. Jika barang-barang tersebut dikirim dengan izin maka akan menguntungkan bagi negara kecuali obat-obatan terlarang dan pakaian bekas. Namun kenyataannya masih sangat banyak barang-barang yang pengirimannya tidak dikenai pajak atau Bea Cukai yang berarti akan merugikan negara. Apalagi jika barang yang dikirim secara ilegal itu merupakan barang-barang yang ilegal pula, barang ilegal dikirim secara ilegal atau dengan kata lain diselundupkan maka bukan hanya merugikan negara tetapi juga masyarakat secara langsung, contohnya penyelundupan obat-obatan terlarang atau lebih dikenal dengan Narkoba dimana jika barang haram tersebut diselundupkan dengan resmi makan tidak akan diizinkan masuk ke Indonesia maka dari itu obat-obatan ini diselundupkan.

Dari kasus tersebut ada hal yang membuat janggal yaitu mengapa produk yang diselundupkan bisa bebas masuk ke Indonesa. Hal ini menjelaskan bahwa terdapat keleluasaan dan kelemahan penegaakkan aturan. Selain itu juga mungkin timbul pertanyaan apakah mungkin produk import tanpa izin resmi bisa lebih banyak jumlahnya daripada yang mendapatkan izin dengan membayar pajak? Hal tersebut sangat memprihatinkan ditambah lagi barang haram yang ilegal merusak generasi bangsa Indonesia yang notabene mudah dipengaruhi hal-hal yang baru. Masalah-masalah tersebut seharusnya diselesaikan secepatnya baik oleh pemerintah selaku penyelenggara negara maupun masyarakat.

  1. B.     Rumusan Masalah
  1. Apa pengertian dari Pendidikan Karakter dan Penyalagunaan Narkoba?
  2. Apa tanda-tanda hancurnya sebuah bangsa?
  3. Apa penyebab penyalahgunaan narkoba yang dilakukan oleh remaja?
  4. Apa dampak yang ditimbulkan dari penyalahgunaan narkoba?
  5. Solusi seperti apa yang bisa diberikan untuk menanggulangi penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja?
  1. C.    Tujuan

 

Tujuan dari pembuatan  makalah ini adalah untuk:

  1. Menjelaskan pengertian pendidikan karakter dan penyalahgunaan narkoba.
  2. Menguraikan penyebab dari tindak penyalahgunaan narkoba oleh remaja.
  3. Memberikan pengetahuan tentang akibat-akibat yang ditimbulkan dari penyalahgunaan narkoba.
  4. Menyarankan salah satu solusi yang dapat digunakan dalam menganggulangi penyalahgunaan narkoba.

BAB II

KAJIAN TEORI

  1. A.      Pendidikan Karakter
  1. Pengertian Karakter

Karakter berasal dari bahasa Yunani yang arti dalam bahasa Inggrisnya adalah “to mark” yaitu menandai dan memfokuskan bagaimana mengaplikasikan nilai kebaikan dalam bentuk tindakan atau tingkah laku, sehingga orang yang tidak jujur, kejam, rakus dan perilaku jelek lainnya dikatakan orang berkarakter jelek. Sebaliknya, orang yang perilakunya sesuai dengan kaidah moral disebut dengan berkarakter mulia.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008) karekter merupakan sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain.

  1. Perbedaan Karakter dan Kepribadian

Pada awalnya manusia itu lahir hanya membawa “personality” atau kepribadian. Secara umum kepribadianada 4 macam. Ada banyak teori yang menggunakan istilah yang berbeda bahkan ada yang menggunakan warna,  tetapi polanya tetap sama. Secara umum kepribadian ada 4, yaitu :

1)   Koleris : tipe ini bercirikan pribadi yang suka kemandirian, tegas, berapi-api, suka tantangan, bos atas dirinya sendiri.

2)   Sanguinis : tipe ini bercirikan suka dengan hal praktis, happy dan ceria selalu, suka kejutan, suka sekali dengan kegiatan social dan bersenang-senang.

3)   Phlegmatis :  tipe ini bercirikan suka bekerjasama, menghindari konflik, tidak suka perubahan mendadak, teman bicara yang enak, menyukai hal yang pasti.

4)   Melankolis : tipe ini bercirikan suka dengan hal detil, menyimpan kemarahan, Perfection, suka instruksi yang jelas, kegiatan rutin sangat disukai.

Di atas ini adalah teori yang klasik dan sekarang teori ini banyak sekali berkembang, dan masih banyak digunakan sebagai alat tes sampai pengukuran potensi manusia.

Kepribadian bukanlah karakter. Setiap orang punya kepribadian yang berbeda-beda. Kepribadian merupakan hal yang bisa dikatakan permanen dan merupakan anugerah dari lahir yang sulit untuk dirubah karena merupakan tanda unik dari masing-masing orang sedangkan karakter dapat dibangun dan menurut para ahli psikolog, ada beberapa nilai karakter dasar manusia yaitu cinta kepada Allah dan ciptaann-Nya (alam dengan isinya), tanggung jawab, jujur, hormat dan santun, kasih sayang, peduli, dan kerjasama, percaya diri, kreatif, kerja keras, dan pantang menyerah, keadilan dan kepemimpinan; baik dan rendah hati, toleransi, cinta damai, dan cinta persatuan.

Pendapat lain mengatakan bahwa karakter dasar manusia terdiri dari dapat dipercaya, rasa hormat dan perhatian, peduli, jujur, tanggung jawab; kewarganegaraan, ketulusan, berani, tekun, disiplin, visioner, adil, dan punya integritas.

Walaupun manusia memiliki karakter dasar yang baik, tetapi manusia tidak bisa begitu saja memiliki karakter-karakter  tersebut.  Seperti yag telah dikatakan sebelumnya bahwa karakter itu perlu dibangu  tidak seperti kepribadian yang merupakan anugerah sejak lahir seperti quotation word Helen Keller bahwa “Karakter tidak dapat dibentuk dengan cara mudah dan murah. Dengan mengalami ujian dan penderitaan jiwa karakter dikuatkan, visi dijernihkan, dan sukses diraih.”

  1. Pengertian Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter akhir akhir ini menjadi perbincangan hangat karena seiring memburuknya kulitas moral dari remaja-remaja Indonesia yang semakin hari semakin mencirikan sebagai bangsa yang gagal dididik. Pendidikan sejatinya harus melahirkan bangsa yang bermoral seperti salah satu tujuan pendidikan nasional yaitu tercantum dalam UU nomor 20 tahun 2003 adalah aspek karakter. Aspek karakter tersebut adalah beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab, namun kenyataanya aspek kognitf-lah yang lebih ditekankan dibanding aspek afektif yang mendukung implementasi moral. Berikut ini akan dipaparkan mengenai pengertian pendidikan karakter dari para ahli.

Menurut T. Ramli (2003), pendidikan karakter memiliki esensi dan makna yang sama dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak. Tujuannya adalah membentuk pribadi anak, supaya menjadi manusia yang baik, warga masyarakat, dan warga negara yang baik.

Menurut David Elkind & Freddy Sweet Ph.D. (2004), pendidikan karakter dimaknai sebagai berikut: “character education is the deliberate effort to help people understand, care about, and act upon core ethical values. When we think about the kind of character we want for our children, it is clear that we want them to be able to judge what is right, care deeply about what is right, and then do what they believe to be right, even in the face of pressure from without and temptation from within”.

Pendidikan karakter adalah pendidikan budi pekerti plus, yaitu yang melibatkan aspek pengetahuan (cognitive), perasaan (feeling), dan tindakan (action). Menurut Thomas Lickona, tanpa ketiga aspek ini, maka pendidikan karakter tidak akan efektif, dan pelaksanaannya pun harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan.

Pendidikan karakter adalah upaya yang terencana untuk menjadikan peserta didik mengenal, peduli, dan menginternalisasi nilai-nilai sehingga peserta didik berperilaku sebagai insan kamil. Pada pendidikan karakter, yang mau dibangun adalah karakter-budaya yang menumbuhkan kepenasaranan intelektual (intellectual curiosity) sebagai modal untuk mengembangkan kreativitas dan daya inovatif yang dijiwai dengan nilai kejujuran dan dibingkai dengan kesopanan dan kesantunan (Dirjen Dikdas: 2011).

Menurut Timothy Wibowo dalam artikelnya Pendidikan Karakter adalah pemberian pandangan mengenai berbagai jenis nilai hidup, seperti kejujuran, kecerdasan, kepedulian dan lain-lainnya. Dan itu adalah pilihan dari masing-masing individu yang perlu dikembangkan dan perlu di bina, sejak usia dini(idealnya).

Dari pengertian-pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa pendidikan karakter adalah pendidikan yang diselenggrakan untuk membangun nilai-nilai moral dan karakter sehingga tidak hanya asek kognitifnya atau pengetahuannya saja yang diprioritaskan tetapi juga afektif dan psikomotor sebagai pengamalannya seperti menurut Mochtar Buchori (2007), pendidikan karakter seharusnya membawa peserta didik ke pengenalan nilai secara kognitif, penghayatan nilai secara afektif, dan akhirnya ke pengamalan nilai secara nyata.

  1. Pendekatan dalam Pendidikan Karakter

Terdapat 8 pendekatan yang diutarakan Douglas Superka yaitu:

  1. Vocation

Pendekatan ini memberi peserta didik kesempatan dan keleluasaan dalam mengekspresikan respon afektualnya terhadap stimulus yang diterimanya secara bebas.

  1. Inculcation

Pendekatan ini memberikan stimulus terrah kepada peserta didik menuju conditioned respond.

  1. c.    Moral Reasoning

Dalam pendekatan ini terjadi transaksi intelektual taksonomik tinggi (reasoning) dalam mencari suatu pemecahan masalah dalam stimulus pengajaran.

  1. d.   Value Clarification

Pendekatan ini dilakukan melalui stimulus terarah dan pola pengajaran terarah dan pola pengajaran khusus dengan mengajak siswa mencari kejelasan makna dan isi pesan serta keharusan nilai moral.

 

  1. e.    Value Analysis

Pendekatan dimana siswa dirangsang untuk melakukan analisis nilai moral

  1. f.     Moral Awareness

Dalam pendekatan ini siswa distimulus agar membangkitkan kesadaran akan nilai moral tertentu melalui stimulus dan pola interaksi tertentu.

  1. g.    Commitment Approach

Dalam pendekatan ini sejak awal siswa diberitahu dan diajak untuk menyampaikan adanya suatu pola pikir dan penilaian selama proses berlangsung.

  1. h.    Union Approach

Peserta didik dibawa melakukan secara riil atau mental round trip dalam suatu kehidupan.

  1. B.       Narkoba

Narkoba sebenarnya merupakan bahan atau zat yang bermanfaat bagi obat jika dosis atau takarannya sesuai dengan ilmu medis. Namun karena narkoba digunakan oleh orang-oarng yang tidak tepat dengan pemakaian dosis yang berlebih maka penggunaannya dinamakan penyalahgunaan narkoba. Pada zaman Perang Dunia pun jenis-jenis narkoba digunakan sebagai obat luka perang. Namun seiring dengan berjalannya waktu, narkoba disalahgunakan menjadi obat-obatan yang dapat membahayakan bahkan menimbulkan kematian. Selain itu penyebaran narkoba pun sudah sangat mendunia dan menjadi komoditas yang menjanjikan  pengedarnya mencapai kesejahteraan hidup secara ekonomi namun berdampak luas dan negatif bagi pemakai hingga dapat menghancurkan sebuah bangsa.

  1. Pengertian Narkoba

Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain narkoba, istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatan dari NarkotikaPsikotropika dan Zat Adiktif.

  1. Narkotika

Narkotika berasal dari bahasa Inggris “narcotics” yang artinya obat bius. Narkotika adalah bahan yang berasal dari tiga jenis tanaman Papaper Somniferum (Candu), Erythroxyion coca (kokain), dancannabis sativa (ganja) baik murni maupun bentuk campuran. Cara kerjanya mempengaruhi susunan syaraf yang dapat membuat kita tidak merasakan apa-apa, bahkan bila bagian tubuh kita disakiti sekalipun seperti yang disebutkan dalam UU No. 22 tahuan 1997 narkotika dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan).

 Jenis-jenis narkotika diantaranya:

1)        Opium atau Opioid atau Opiat atau Candu

2)        Codein atau Kodein

3)        Methadone (MTD)

4)        LSD atau Lysergic Acid atau Acid atau Trips atau Tabs

5)        PC

6)        mescalin

7)        barbiturat

8)        Demerol atau Petidin atau Pethidina

9)        Dektropropoksiven

10)    Hashish (Berbentuk tepung dan warnanya hitam. Ia dinikmati dengan cara diisap atau dimakan. Narkotika jenis yang kedua ini dikatakan agak tidak berbahaya hanya karena jarang membawa kematian)

  1. Psikotropika

Psikotropika adalah bahan lain yang tidak mengandung narkotika, merupakan zat buatan atau hasil rekayasa yang dibuat dengan mengatur struktur kimia. Mempengaruhi atau mengubah keadaan mental dan tingkah laku pemakainya sejalan dengan Undang-Undang No. 5/1997 bahwa psikotropika berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku.

Jenis-jenis Psikotropika adalah:

1)         Ekstasi atau Inex atau Metamphetamines

2)         Demerol

3)         Speed

4)         Angel Dust

5)         Shabu-shabu(Sabu/Syabu/ICE)

6)         Sedatif-Hipnotik(Benzodiazepin/BDZ), BK, Lexo, MG, Rohip, Dum

7)         Megadon

8)         Nipam

Jenis Psikotropika juga sering dikaitkan dengan istilah Amfetamin, dimana Amfetamin ada 2 jenis yaitu MDMA (metil dioksi metamfetamin) dikenal dengan nama ekstasi. Nama lain fantacy pils, inex. Kemudian jenis lain adalah Metamfetamin yang bekerja lebih lama dibanding MDMA (dapat mencapai 12 jam) dan efek halusinasinya lebih kuat. Nama lainnya shabu, SS, ice.

  1. Zat Adiktif

Zat adiktif adalah zat-zat yang bisa membuat ketagihan jika dikonsumsi secara rutin. Jenis dari zat adiktif ini diantaranya:

1)    Alkohol

2)    Nikotin

3)    Kafein

4)    Zat Desainer

  1. Narkoba Berdasarkan Efek yang Ditimbulkannya

Berdasarkan efek yang ditimbulkan terhadap pemakainya, narkoba dikelompokkan sebagai berikut:

  1. Halusinogen, efek dari narkoba bisa mengakibatkan bila dikonsumsi dalam sekian dosis tertentu dapat mengakibatkan seseorang menjadi ber-halusinasi dengan melihat suatu hal/benda yang sebenarnya tidak ada / tidak nyata contohnya kokain & LSD
  2. Stimulan, efek dari narkoba yang bisa mengakibatkan kerja organ tubuh seperti jantung dan otak bekerja lebih cepat dari kerja biasanya sehingga mengakibatkan seseorang lebih bertenaga untuk sementara waktu, dan cenderung membuat seorang pengguna lebih senang dan gembira untuk sementara waktu
  3. Depresan, efek dari narkoba yang bisa menekan sistem syaraf pusat dan mengurangi aktivitas fungsional tubuh, sehingga pemakai merasa tenang bahkan bisa membuat pemakai tidur dan tidak sadarkan diri. Contohnya putaw
  4. Adiktif, Seseorang yang sudah mengonsumsi narkoba biasanya akan ingin dan ingin lagi karena zat tertentu dalam narkoba mengakibatkan seseorang cenderung bersifat pasif, karena secara tidak langsung narkoba memutuskan syaraf-syaraf dalam otak,contohnya ganja, heroin, putaw
  5. Jika terlalu lama dan sudah ketergantungan narkoba maka lambat laun organ dalam tubuh akan rusak dan jika sudah melebihi takaran maka pengguna itu akan overdosis dan akhirnya kematian.

 

 


 

BAB III

PEMBAHASAN

  1. A.  Tanda-tanda Kehancuran Sebuah Bangsa

Globalisasi telah banyak menimbulkan banyak dampak negatif khususnya terhadap anak muda yang sejatinya merupakan generasi penerus bangsa. Jika penerus bangsanya saja hancur maka bagaimana dengan nehara yang akan diperjuangkannya, tentu hal ersebut harus menjadi perhatian berbagai pihak. Ada sepuluh tanda-tanda jaman yang harus diwaspadai, karena jika tanda-tanda itu sudah ada, maka itu berarti sebuah bangsa sedang menuju jurang kehancuran Menurut Lickona (1991: 13-18) . Tanda-tanda yang dimaksud adalah:

  1. Meningkatnya kekerasan di kalangan remaja,
  2. Penggunaan bahasa dan kata-kata yang memburuk,
  3. Pengaruh peer-group yang kuat dalam tindak kekerasan,
  4. Meningkatkan perilaku merusak diri, seperti penggunaan narkoba, alcohol, dan seks bebas,
  5. Semakin kaburnya pedoman moral baik dan buruk,
  6. Menurunnya etos kerja,
  7. Semakin rendahnya rasa hormat kepada orang tua dan guru,
  8. Rendahnya rasa tanggung jawab individu dan warga negara,
  9. Membudayanya ketidakjujuran, dan
  10. Adanya rasa saling curiga dan kebencian di antara sesama.

Setelah mengetahui tanda-tanda tersebut rasanya kita tidak perlu melihat jauh negara mana saja yang memilki tanda-tanda seperti itu nyatanya negara Indonesia pun sudah memiliki tanda-tanda tersebut. Memang tidak ada yang menginginkan negara yang tanah airnya hancur, tapi jika faktanya seperti itu kita harus menerimanya. Namun kita tidak perlu meratapi semua keadaan tersebut tetaapi yang harus kita pikirkan dan lakukan adalah mencoba bangkit dari keadaan terpuruk ini.

Melihat banyaknya masalah yang timbul di Indonesia rasanya perlu ada pembahasan mengenai permasalahan-permasalahan tersebut, namun di bab ini pembahasan yang akan diuraikan hanya mengenai penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja yang sudah sangat memprihatinkan.

  1. B.  Kasus Penyalahgunaan Narkoba di  Kalangan Remaja Indonesia

Banyak Kasus menganai penyalahgunaan narkoba baik kasus pengguna, pengedar, bahkan sampai jaringan internasioanl. Indonesia disebut-sebut sebagai negara sasaran pengedaran narkoba hal ini disebabkan lemahnya penegakkan hukum di negara ini yang memungkinkan keleluasan dalam penyebarannya.

Sebenarnya bukan hanya Indonesia yang memiliki banyak pengguna narkoba khususnya di kalangan remaja. Pada tahun 2010 Worid Health Organization (WHO) memperkirakan tahun 2011 terdapat 250 juta jiwa penduduk di dunia yang mengkonsumsi narkoba yang mana seebagian besar penggunanya merupakan generasi muda.

Bencana narkoba selalu mengintai dan telah mencengkeram kuat generasi muda Indonesia. Berdasarkan data BNN, pada tahun 2010 prevalensi penyalahguna narkoba di Indonesia mencapai 3,8 juta orang atau sebesar 2,21% dari jumlah penduduk Indonesia. Survey yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkapkan di kalangan pelajar sekitar 4,57% atau sebanyak 921 695 pelajar dan mahasiswa terlibat narkoba.  Diprediksi angka tersebut akan meningkat hingga 5,1 juta orang atau 2,8% pada tahun 2015, apabila tidak melakukan upaya penanggulangan (pencegahan, pemberantasan, dan rehabilitasi) yang komprehensif. Inilah mengapa setiap daerah wajib melakukan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

  1. 1.    Penyebab Penyalahgunaan Narkoba

Ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang masuk ke dalam jerat narkoba berikut ini beberapa penyebab umum remaja terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.

  1. Kegagalan yang di alami dalam kehidupan

Tidak memiliki rasa percaya diri ataupun kurang mendapat kasih sayang orang tua dapat menyebabkan timbulkan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja. Misalnya saja, orang tua yang terbilang sukses dalam berkarir tetepi kurang memberi perhatian kepada keluarga, adanya perselisihan di keluarga hingga mengalami kehancuran (Broken Home).

  1. Pergaulan yang bebas dan lingkungan yang kurang tepat.

Menurut teori Waddington, mengenai “develope mental land scape”, jika seorang anak di tempatkan pada suatu lingkungan tertentu, maka sulitlah bagi kalangan tersebut untuk mengubah pengaruhnya, terlebih lagi jika lingkungan itu sangat kuat mempengaruhi anak tersebut. Dengan demikian untuk mencegah penggunaan narkoba, maka  land scape (lingkungan) yang baik saat ini adalah lingkungan yang Islami. Sebagai orang tua seharusnya dapat memperingatkan anaknya agar tidak bergaul dengan teman yang berakhlak tidak baik.

  1. Kurangnya pendidikan agama

Untuk memerangi narkoba, upaya yang perlu di lakukan adalah       membangkitkan kesadaran beragama dan menginformasikan hal-hal yang positif dan bermanfaat kepada para remaja. Karena, pada zaman sekarang ini sangt sedikit para remaja yang sadar akan pentingnya pendidikan agama.

  1. Keinginan untuk sekadar mencoba

Keyakinan bahwa bila mencoba sekali takkan ketagihan adalah salah satu penyebab penggunaan narkoba, karena sekali memakai narkoba maka mengalami ketagihan dan sulit untuk di hentikan. Maka dari itu, bila seseorang ingin terhindar dari narkoba, harus dapat menjauhkan dirinya dari hal-hal yang memungkinkan untuk mencoba dan bersentuhan dengan narkoba.

2.         Dampak Penyalahgunaan Narkoba

Bila narkoba digunakan secara terus menerus atau melebihi takaran yang telah ditentukan akan mengakibatkan ketergantungan. Kecanduan inilah yang akan mengakibatkan gangguan fisik dan psikologis, karena terjadinya kerusakan pada sistem syaraf pusat (SSP) dan organ-organ tubuh seperti jantung, paru-paru, hati dan ginjal. Akibat yang ditimbulkan pada penggunanya sangat tergantung pada jenis narkoba yang dipakai, kepribadian pemakai dan situasi atau kondisi pemakai. Secara umum, dampak penyalahgunaan narkoba dapat terlihat pada fisik, psikis maupun sosial seseorang.

a.    Dampak penyalahgunaan narkoba terhadap fisik

1)         Gangguan pada system syaraf (neurologis) seperti: kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan syaraf tepi

2)         Gangguan pada jantung dan pembuluh  darah (kardiovaskuler) seperti: infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah

3)         Gangguan pada kulit (dermatologis) seperti: penanahan  (abses), alergi, eksim

4)         Gangguan pada paru-paru (pulmoner) seperti: penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernafas, pengerasan jaringan paru-paru

5)         Sering sakit kepala, mual-mual dan  muntah, murus-murus, suhu tubuh meningkat, pengecilan hati dan sulit tidur

6)         Dampak penyalahgunaan narkoba terhadap kesehatan reproduksi adalah gangguan padaendokrin, seperti: penurunan fungsi hormon reproduksi (estrogen, progesteron, testosteron), serta gangguan fungsi seksual

7)         Dampak penyalahgunaan narkoba terhadap kesehatan reproduksi pada remaja perempuan antara lain perubahan periode menstruasi, ketidakteraturan menstruasi, dan amenorhoe (tidak haid)

8)         Bagi pengguna narkoba melalui jarum suntik, khususnya pemakaian jarum suntik secara bergantian, risikonya  adalah tertular penyakit seperti hepatitis B, C, dan HIV yang hingga saat ini belum ada obatnya

9)         Penyalahgunaan narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi over dosis yaitu konsumsi narkoba melebihi kemampuan tubuh untuk menerimanya. Over dosis bisa menyebabkan kematian

b.   Dampak penyalahgunaan narkoba terhadap psikis

1)         Lamban kerja, ceroboh kerja, sering tegang dan gelisah

2)         Hilang kepercayaan diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga

3)         Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal

4)         Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan

5)         Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri

c.     Dampak penyalahgunaan narkoba terhadap lingkungan sosial

1)         Gangguan mental, anti-sosial dan asusila, dikucilkan oleh lingkungan

2)         Merepotkan dan menjadi beban keluarga

3)         Pendidikan menjadi terganggu, masa depan suram

 

  1. C.  Solusi

Hal yang paling mendasari terjadinya penyalahgunaan narkoba dan tindak kriminal umumnya adalah rendahnya tingkat pemahaman agama. Pelajaran Agama yang dipelajari dari Sekolah Dasar atau bahkan pre-school sampai Sekolah Menengah Atas tanpa terlewat satu semester pun nyatanya hanya sebagai pemenuhan tuntutan sekolah yang menyelenggarakan pendidikan. Selain pelajaran agama, pelajaran moral yang kerap berganti nama yaitu PKn (Pendidikan Kewarganegaraan)  juga seharusnya semakin menguatkan pemahaman agama. Namun karena pelajaran tersebut hanya dipandang sebagai aspek kognitif maka aplikasinya tak sesuai dengan yang diharapkan.

Pendidikan karakter sebagai solusi kenakalan remaja rasanya tepat untuk diaplikasikan. Di dalam pendidikan ini siswa diharapkan tidak hanya mempelajari aspek kognitif mengenai moral tetapi juga pengaplikasiannya secara mandiri dan pemberian contoh dari guru yang memiliki moral yang baik. Selain siswayang dituntut memiliki moral yang baik, lewat pendidikan karakter ini guru pun dituntut untuk memiliki moral yang baik sebagai model bagi peserta didiknya.

Hal tersebut seharusnya menghapuskan kesan bahwa pendidikan umum itu berbeda dengan pendidikan agama. Dengan pendidikan karakter diharapkan tidak ada lagi sekulerisme dalam pendidikan. Hal tersebut akan menimbulkan perbaikan moral di seluruh aspek pendidikan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

KESIMPULAN

  1. A.      KESIMPULAN

Kenyataan yang sebenarnya terjadi adalah bangsa Indonesia sedang mengalami krisis moral di era globalisasi ini. Selain karena pendidikan agama yang tidak dijadikan dasar kehidupan, krisis figur pun semakin menambah masalah. Bagaimana generasi penerus dapat memperbaiki akhlaknya sedangkan para generasi pendahulunya pun tidak memberikan teladan.

Pendidikan karakter memang bukan satu-satunya solusi dalam menanggulangi kenalakan remaja, hanya saja pendidika  karakter adalah dasar solusinya. Jika karakter bangsa tidak cepat dibenahi maka kita hanya tinggal menunggu kehancuran negara Indonesia ke jurang yang sangat dalam.  Menyaksikan bangsa ini ada dalam keterpurukan karena generasi mudanya tidak mampu membangun negara ini.

  1. B.       SARAN

Hal yang besar adalah dimulai dengan hal yang kecil. Begitu pula perubahan, tanpa perubahan kecil, perubahan besar hanpir mustahil terjadi. Maka dari itu sebaiknya kita melakukan perubahan diri sendiri dahulu yang mungkin lama kelamaan akan berdampak besar. Memperbaiki dan mencegah diri sendiri dari perbuatan yang dilarang agama dan tidak sesuai dengan ideologi Pancasila bisa menjadi perubahan kecil.


DAFTAR PUSTAKA

Anonim. (2009). Dampak Penyalahgunaan Narkoba [Online]. Tersedia:

http://belajarpsikologi.com/dampak-penyalahgunaan-narkoba/. [27 Mei 2012]

Anonim. (2011). Pengertian Pendidikan Karakter [Online]. Tersedia:

http://blog.codingwear.com/bacaan-99-Pengertian-Pendidikan-Karakter.html

[Online]. [26 Mei 2012]

Bayu. (2009). Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Remaja [Online]. Tersedia:

http://bayu96ekonomos.wordpress.com/anda-tertarik/artikel-kesehatan/penyalahgunaan-narkoba-di-kalangan-remaja/. [27 Mei 2012]

Budi. (2012). Pendidikan Karakter untuk Bangsa yang Rapuh Berkarakter [Online]. Tersedia:

http://edukasi.kompasiana.com/2012/03/28/pendidikan-karakter-untuk-bangsa-yang-rapuh-berkarakter/. [26 Mei 2012]

Darmadi, Hamid. (2009). Dasar Konsep Pendidikan Moral. Bandung: Alfabeta.

Rohman, Abdul. (2012). Pendidikan Karakter sebagai Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan

Dalam Rangka Menanggulangi Kenakalan Remaja. Tersedia: http://skripsi-dulrohman.blogspot.com/2012/01/pendidikan-karakter-sebagai-upaya.html[Online]. [26 Mei 2012]

   Tersedia: http://m.dikti.go.id/viewContent.php?id=2800. [27 Mei 2012]

Wibowo, Timothy. (2010). Peran Pendidikan karakter dalam Melengkapi Kepribadian

[Online]. Tersedia: http://www.pendidikankarakter.com/peran-pendidikan-karakter-dalam-melengkapi-kepribadian/ [26 Mei 2012]

Wibowo, Timothy. (2010). Proses Pembentukan karakter Pada Anak [Online]. Tersedia

:http://www.pendidikankarakter.com/proses-pembentukan-karakter-pada-anak/. [26 Mei 2012]

Wikipedia. (2002). Narkoba [Online]. Tersedia : http://id.wikipedia.org/wiki/Narkoba. [27

Mei 2012]

a

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,535 other followers